Iritasi Mata dan Kulit Akibat Abu Vulkanik: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selain saluran pernapasan, mata dan kulit termasuk bagian tubuh yang paling sering mengalami keluhan saat abu vulkanik menyebar di udara. Kedua organ ini bersentuhan langsung dengan udara terbuka, sehingga menjadi area pertama yang terpapar partikel abu. Artikel ini membahas penyebab iritasi mata dan kulit akibat abu vulkanik, gejala yang perlu dikenali, serta cara mengatasi dan mencegahnya.
Kenapa Mata dan Kulit Mudah Teriritasi oleh Abu Vulkanik
Partikel abu vulkanik memiliki tekstur yang kasar dan tajam di tingkat mikroskopis, serta bersifat sedikit asam. Saat menempel pada permukaan mata atau kulit, partikel ini dapat menimbulkan gesekan dan reaksi iritatif, terutama pada jaringan yang tipis dan sensitif seperti permukaan kornea mata. Kondisi ini dapat terjadi hanya dengan paparan singkat, terutama saat konsentrasi abu di udara sedang tinggi.
Gejala Iritasi Mata Akibat Abu Vulkanik
Gejala yang umum muncul pada mata meliputi kemerahan, rasa perih, mata berair, dan gatal. Pada kondisi tertentu, partikel abu yang tajam dapat menggores permukaan kornea sehingga menimbulkan abrasi kornea, yang ditandai dengan nyeri lebih terasa, sensasi seperti ada benda asing di mata, dan penglihatan yang terganggu. Pengguna lensa kontak perlu memberi perhatian lebih, karena lensa dapat menjebak partikel abu di permukaan mata dan memperparah iritasi.
Gejala Iritasi Kulit Akibat Abu Vulkanik
Pada kulit, paparan abu vulkanik dapat menimbulkan kemerahan, gatal, dan bengkak ringan, terutama pada area kulit yang terbuka dan sering terpapar seperti wajah, leher, dan lengan. Orang dengan kondisi kulit sensitif atau memiliki riwayat eksim cenderung lebih mudah mengalami reaksi iritasi yang lebih terasa dibandingkan kondisi kulit yang sehat.
Kelompok yang Perlu Lebih Waspada
Beberapa kelompok perlu lebih berhati-hati terhadap risiko iritasi mata dan kulit akibat abu vulkanik, yaitu anak-anak, orang dengan riwayat alergi atau kondisi kulit tertentu seperti eksim, penderita mata kering atau gangguan kornea sebelumnya, serta pengguna lensa kontak. Kelompok ini disarankan untuk lebih memperhatikan perlindungan mata dan kulit selama abu vulkanik masih menyebar di lingkungan sekitar.
Cara Mengatasi dan Mencegah Iritasi Mata
Gunakan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi kontak langsung partikel abu dengan mata. Bagi pengguna lensa kontak, disarankan untuk sementara beralih menggunakan kacamata biasa selama masa erupsi berlangsung. Jika mata terasa tidak nyaman atau kemasukan abu, hindari mengucek mata karena dapat memperparah gesekan partikel pada permukaan kornea. Bilas mata dengan air bersih yang mengalir untuk membantu mengeluarkan partikel abu yang menempel.
Cara Mengatasi dan Mencegah Iritasi Kulit
Gunakan pakaian tertutup seperti baju lengan panjang, celana panjang, dan alas kaki tertutup saat harus beraktivitas di luar ruangan. Setelah beraktivitas di luar, segera bersihkan kulit dengan air bersih dan pembersih yang lembut, lalu keringkan dengan cara ditepuk-tepuk, bukan digosok, untuk menghindari iritasi tambahan. Penggunaan pelembap dapat membantu menjaga kondisi kulit tetap nyaman, terutama bagi kulit yang cenderung kering atau sensitif.
Kapan Perlu Periksa ke Dokter
Sebagian besar keluhan mata dan kulit akibat abu vulkanik bersifat ringan dan membaik setelah dibersihkan serta paparan berkurang. Namun, segera periksakan diri ke tenaga medis apabila mengalami nyeri mata yang berat, penglihatan menjadi buram atau kabur, mata sulit dibuka akibat nyeri, atau muncul reaksi kulit seperti bengkak yang meluas, luka, maupun tanda infeksi seperti kemerahan yang semakin parah. Pembahasan lebih lengkap mengenai tanda-tanda yang perlu segera diperiksakan dapat dibaca pada artikel Kapan Harus ke Dokter Akibat Paparan Abu Vulkanik.
Penutup
Mata dan kulit menjadi organ yang mudah terdampak karena bersentuhan langsung dengan udara terbuka saat abu vulkanik menyebar. Perlindungan sederhana seperti kacamata, pakaian tertutup, dan kebiasaan membersihkan diri setelah beraktivitas di luar ruangan dapat membantu mengurangi risiko iritasi. Untuk pembahasan dampak abu vulkanik secara menyeluruh, silakan simak artikel Abu Vulkanik dan Dampaknya bagi Kesehatan, serta Cara Aman Membersihkan Abu Vulkanik di Rumah untuk mengurangi paparan abu di lingkungan tempat tinggal.
Jika Anda atau keluarga mengalami keluhan mata atau kulit akibat paparan abu vulkanik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis di RS Samsoe Hidajat.
Artikel ini disusun oleh Tim Edukasi PKRS RS Samsoe Hidajat.
